Tampilkan postingan dengan label Motifasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motifasi. Tampilkan semua postingan

Cara Mendatangkan Ide Menulis untuk Konten Website

Cara Mendatangkan Ide Menulis untuk Konten Website

Agar Dapat Ide Menulis untuk Konten Web

Beberapa hari lalu kawan saya mengirim daftar website Islam ke server baru. Saya tidak sempat menghitung jumlahnya karena ada 3 halaman Microsoft Word. Beberapa diantaranya saya mengecek kondisi web tersebut, apakah masih aktif atau domainnya sudah habis.
Tidak menyangka separoh lebih web ternyata tidak terurus dengan baik. Bahkan ada beberapa website hanya ada satu postingan berjudul “Hello world!” dua tahun yang lalu. Tidakkah memikirkan bagaimana mubazirnya website ini karena sudah membayar domain dan hosting.
Saya mengibaratkan blog itu seperti warung yang menyajikan dagangan. Dagangan menarik yang dibutuhkan orang maka banyak pembeli yang datang. Hampir sama dengan blog, punya domain tapi tidak ada konten sama saja seperti warung yang tidak ada dagangannya. Jadi jangan sampai terbengkalai blog Anda hanya karena kebingungan menulis konten.
Menulis konten website bisa menjadi latihan menantang terutama jika kita belum terbiasa terjun dalam dunia tulis-menulis. Menulis konten termasuk nomer satu penyebab terbengkalainya website sedangkan menulis itu membutuhkan ide. Iya kan? Tidak memungkiri, salah satu kelemahan pemilik blog adalah masalah konten.
Yang perlu kita ingat ada banyak berbagai jenis artikel, termasuk berita, fitur, profil, teknologi, kesehatan, agama, curhat, kisah dan sebagainya. Maka sangat heran jika kita masih kesulitan menuangkan ide menulis.

Dari Mana Mendatangkan Ide Menulis?

Yap, ide itu akan selalu ada jika kita memang niat konsisten ngeblog. Anda bisa dapatkan dengan cara-cara dibawah ini:
1. Kembali mengulangi dari awal tujuan Anda membut website, tentu disana ada ide yang terbersit sebelumnyakan? Gambaran sederhananya seperti ini.
Saya mau bikin website tentang “Kesehatan” ide penulisannya bisa Anda kembangkan dengan mudah seperti: mengenal obat-obatan, obat tradisional dan modern, teknologi kesehatan, atau mengulas profil dokter. Disana banyak gudang ide yang bisa dikembangkan lebih banyak. Apalagi jika Anda memang ahli dalam bidang kesehatan.
2. Pakai Google Trends. Anda bisa mencari topik yang ngetrend saat ini, membidik keyword yang sesuai dengan peristiwa populer. Tool buatan google mampu menampilkan penelusuran yang jadi trend dalam kurun waktu yang ditentukan.
3. Memantau yang lagi ngetrend di sosmed. Banyak media nasional mendapatkan sumber berita melalui cara ini. Kekuatan viral mampu membuat orang penasaran dan mencari sumber berita. Apalagi sosmed semacam twitter, google plus, facebook atau instagam telah menggunakan hastag (#) untuk memunculkan berita-berita yang sedang trend menjadikan kita mudah menelusurinya.
4. Melihat status para tokoh. Nah, ini lebih mudah. Kita tinggal mengintip update status tokoh kemudian tulis apa pandangan Anda terkait pernyataan mereka. Ide tulisan ini mungkin bisa dimunculkan berbentuk opini ataupun berita.
5. Berlangganan Google Alerts. Kita bisa menggunakan tool buatan google ini. Cara kerjanya hampir sama dengan Google trends, Cuma yang ini berfungsi untuk melansir update konten terbaru sebuah web maupun kata kunci. Jika kita membuat lansiran yang diinginkan, nanti kita akan mendapatkan update konten melalui email. Cuma masalahnya kalau tidak sering mengecek email, bisa-bisa pesan email Anda akan membludak.
6. Pengalaman pribadi. Ini yang sering menjadi inspirasi dalam menulis konten. Kita lebih mudah menuangkan kalimat-kalimat yang ada dalam pikiran. Biasanya sih blog pribadi yang berisi tentang puisi, perjalanan hidup, dll.
7. Dari buku. Membaca dan memahami isi buku yang menarik, kemudian tinggal jabarkan ide pikiran kita. Atau lebih gampangnya dengan cara menyalinnya dengan menyertakan sumber referensi, toh itu juga membantu mengenalkan penerbit buku tersebut. Hitung-hitung tidak ada yang dirugikan karena mereka mendapat promosi gratis dari kita.
10. Menterjemahkan artikel bahasa asing. Ini juga ide yang gampang, tapi tentunya sedikit keahlian bahasa asing. Kalau penguasaan bahasa masih pasif bisa menggunakan google translate. Cuma terjemahan google translate membuat EYD berantakan. Bisa-bisa salah memahami isi berita.
sumber : pengusahamuslim.com
Read More

Seperti Mengayuh Sepeda

Seperti Mengayuh Sepeda
“Semakin cepat kau ayuh, semakin banyak tenaga yang dikeluarkan, 
Semakin cepat kau ayuh, semakin cepat sampai tujuan, 
Semakin cepat kau ayuh, harus semakin sering kau kendalikan rem.” 
Rasanya ungkapan ini sebuah sindiran bagi yang hendak menapaki tangga kesuksesan. Untuk mencapai kesuksesan membutuhkan proses yang berbelit, kadang proses yang tidak masuk akal. 

Selayaknya orang ingin belajar naik sepeda, diawalnya dia membutuhkan mentor untuk memeganginya ketika hendak terjatuh. Dia tidak henti-hentinya belajar mengayuh pedal dan menyesuaikan keseimbangan badan. Tatkala terjatuh, dia bangkit lagi dan diayuh lagi. Begitulah, sehingga dia mampu secara mandiri mengayuhnya tanpa dipegangi oleh orang lain. 

Sesudah bisa, diapun hanya berputar-putar di halaman rumah atau hanya berputar-putar di kampung sekitarnya. Mencapai kesuksesan bisa diibaratkan orang yang belajar mengayuh sepeda, awal mulanya dia butuh mentor (pendamping) untuk berbagi pengalaman walaupun toh tanpa mentor bisa melakukannya, tapi setidaknya memakan proses yang begitu lama. Dari mentor kita bisa mengerti teknik-teknik dan cara agar lebih cepat melalui “proses untuk bisa sukses“. 

Ketika sudah mandiri, kita akan berjalan sedikit demi sedikit sehingga terkumpullah keberanian untuk explore yang lebih luas. 

Semakin cepat kau ayuh, semakin banyak tenaga yang dikeluarkan, Iya, semakin cepat ingin sukses maka perlu tenaga dan pikiran yang dikerahkan, tidak ada rasa malas yang bersarang pada dirinya. Semakin cepat kau ayuh, semakin cepat sampai tujuan, Kita tidak mungkin sampai tujuan, kalau hanya berleha-leha. 

Seperti pepatah diatas, tidak mungkin cepat sampai tujuan kalau loyo ketika menggencot pedal sepeda. Semakin cepat kau ayuh, harus semakin sering kau kendalikan rem.” Inilah point penting ketika kesuksesan hendak diraih yaitu selalu pegang kendali rem. 

Banyak pebisnis itu jatuh ketika lupa diri, kadang kesombongan akan bercokol pada dirinya. Dia tidak ingat ketika mengawali bisnisnya penuh dengan perjuangan. Bahkan terlalu ambisinya mengejar sebuah kesuksesan dia harus rela menerjang norma-normas sosial dan agama. 

[Abu Najmah 744DA7D1]
blog.bursamuslim.com/seperti-mengayuh-sepeda
Read More